Cara Pemesanan & Pembelian:
  • Pemesanan melalui Form Pemesanan. Atau melalui Telpon atau SMS. Caranya ketik: KodeProduk#Jumlah#Nama#AlamatKirim#Kota. Kirim ke 021-71121022.
  • Setelah itu kami akan konfirmasikan lebih lanjut tentang harga & ongkos kirimnya.
  • Silahkan lakukan pembayaran ke Bank BCA norek. 6000389461 a.n: Rusmiyati atau Bank Muamalat norek. 3010715222 a.n: Rusmiyati
  • Konfirmasikan pembayaran via SMS. Barang kami kirim setelah pembayaran diterima.
  • Pengiriman menggunakan jasa ESL, Tiki-Online, TikiJNE, Pos Indonesia.

SURABAYA–Ada cerita menarik dari Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Drs H Syaifullah Yusuf, tentang secuil hikmah dan manfaat bagi penghafal Alquran. Menurut wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini, penghafal Alquran ternyata lebih cerdas dibanding orang lain yang hanya bisa membaca dan tidak hafal. “Ini sudah dibuktikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang,” kata Gus Ipul saat memberi sambutan dalam Silaturami Alquran Bayan di Hotel Sahid Surabaya, kemarin.

Selama ini, kata Gus Ipul, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memang menerapkan kebijakan cukup langka. Perguruan tinggi ini memberikan perlakukan istimewa kepada para mahasiswa maupun calon mahasiswa yang hafal Alquran. Para mahasiswa dan calon mahasiswa hafal Alquran ini dibebaskan dari SPP dan biaya pendidikan lainnya aliat gratis kuliah di UIN Malang sampai lulus.

Yang lebih mencengangkan, lanjut Gus Ipul, ternyata setiap tahun semua lulusan terbaik dari seluruh fakultas di kampus itu adalah mahasiswa yang hafal Alquran. “Ini membuktikan bahwa bmembaca dan menghafal Alquran tidak menghambat belajar, tapi malah menambah kecerdasan mereka,” ungkap Gus Ipul.

Bahkan menurut Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Imam Suprayogo, kata Gus Ipul lagi, orang yang hafal Alquran itu kalau meningal jasadnya bisa bertahan utuh selama bertahun-tahun. Kendati belum ada penelitian secara empirik, tapi ada satu peristiwa yang membuktikan hal tersebut.

Dalam acara wisuda mahasiswa sebuah pesantren binaan UIN Malang di Kecamatan Bululawang beberapa waktu lalu, Imam Suprayogo menyatakan saat ada pembangunan jalan di sebuah desa di Bululawang, Kabupaten Malang, terpaksa menggusur area pemakaman. Saat membongkar salah satu makam, pekerja menemukan jasad yang masih utuh baik rambut daging, maupun giginya. Setelah ditelusuri, kata Imam, jasad itu adalah jasad orang yang meninggal sepuluh tahun lalu. “Orang itu ternyata penghafal Alquran,” kata Imam.

Untuk itu, Gus Ipul, sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi atas diterbitkannya Alquran Bayan. Setidak-tidaknya, menurut dia, dengan terobosan dan metode baru cara membaca dan memahami Kitab Allah melalui Alquran Bayan ini, akan membuat orang semakin mudah membaca, dan mengerti isi kandungan Alquran.

Alquran Bayan merupakan mushaf yang sangat mudah untuk memandu siapa saja yang ingin mendalami kandungan Alquran secara komprehensif. Sebab dalam Alquran Bayan ini tidak sekadar ada terjemahan, tapi dilengkapi dengan metoda baru pemahaman Alquran. “Walhasil, Alquran Bayan tidak hanya sekadar untuk dibaca tapi lebih dari itu, yakni mentadaburi,” ujar Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad MA, yang tampil sebagai pembahas dalam acara silaturahmi, kemarin.

Kelebihan lain Alquran Bayan, dilengkapi dengan munasabah surah, yang menjelaskan hubungan (korelasi) antar surah, ayat yang satu dengan surah/ayat lainnya. selain itu, juga dilengkapidengan Asbabunnuzul, yang berfungsi untuk memahami dan mengerti sebab-sebab turunnya ayat Alquran. ” Dalam Alquran Bayan ini juga dimasukkan hadis-hadisyang berkaitan,” papar Ahsin.

Lebih jauh Ahsin memaparkan, Alquran adalah hidayah (petunjuk) Allah kepada manusia yang bertaqwa. Dalam Islam, lanjutnya, ada empat macam hidayah untuk manusia, yakni naluri, pancaindera, akal, dan hidayah agama. “Paling mahal itu hidayah agama. Dan agama adalam sistem yang diciptakan oleh Allah SWT. Maka barang siapa ingin mendapatkan hidayah (petunjuk) Allah, ya bacalah dan pami kandungan kitab Suci Alquran,” paparnya.

Karena diciptakan oleh Allah , kata Ahsin, maka Allah SWT menjamin akan memudahkan umatnya yang bertaqwa dan ingin belajar membaca dan memahami Alquran. Tugas setiap orang muslim meyampaikan isi Alquran kepada setiap orang. “Karena Alquran itu berbahasa Arab sehingga tidak mudah untuk dipahami kebanyakan orang, maka perlu ada orang alim dan mengerti bahasa Arab untuk menterjemahkannya dan membuat metode yang mudah pula. Ini yang diwujudkan oleh penerbit Alquran bayan,” tutur Ahsin.

Ahsin menambahkan, saat ini Alquran sudah diterjemahkan dalam 50 bahasa yang ada di dunia. Ke depan akan terus diterbitkan dalam 100 lebih bahasa di dunia ini.

Sumber: http://www.republika.co.id

Baca Lanjutannya..

SURABAYA - Umat Islam atau siapa pun yang ingin mendalami Alquran kini tak perlu mengalami kesulitan lagi. Sebab, saat ini telah ada Alquran Bayan yang dilengkapi berbagai panduan. Hal itu memudahkan pembaca memahami ayat-ayat yang terkandung dalam kitab suci tersebut.

Alquran terbitan Bayan Qur'an itu diluncurkan kali pertama pada 19 Januari oleh Menteri Agama Suryadharma Ali. Kemarin (28/1), Alquran Bayan tersebut diperkenalkan kepada publik Surabaya di Ruang Bromo Hotel Sahid dan dibahas Rektor Institut Ilmu Alquran Jakarta Ahsin Sakhi Muhammad.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Wakil Wali Kota Arif Afandi, serta Guru Besar IAIN Sunan Ampel KH Roem Rowi. ''Penampilan Alquran Bayan sengaja dibuat semenarik mungkin agar pembaca berselera,'' ungkap Ahsin.

Sebenarnya, secara esensial, Alquran Bayan tidak berbeda dari Alquran umumnya. Bedanya, Alquran tersebut dilengkapi terjemahan bahasa Indonesia, tajwid, munasabah kelompok ayat, indeks Alquran, untaian hikmah, doa-doa dalam Alquran, serta munasabah surat.

''Asbabunnuzul suatu ayat juga diceritakan,'' tambah Ahsin. Asbabunnuzul suatu ayat adalah sejarah turunnya ayat. Di tiap halaman juga terdapat mutiara ayat. Mutiara ayat berisi kesimpulan pesan-pesan dalam suatu kelompok ayat dalam satu surat.

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf menyambut baik peluncuran Alquran Bayan tersebut. ''Pembaca awam seperti saya akan sangat terbantu oleh hadirnya Alquran ini,'' ungkapnya dalam sambutan. Dengan banyaknya panduan dan tampilan yang menarik, dia yakin Alquran akan menjadi bacaan yang diminati.

Dia menambahkan, di Indonesia banyak orang yang mahir membaca Alquran. Namun, sebagian di antara mereka tidak paham arti dan maksudnya. Dengan adanya Alquran Bayan, akan semakin banyak orang yang tidak sekadar membaca, tapi juga memahami Alquran.

''Orang Arab kalau melihat orang Indonesia baca Alquran cepat itu salut. Jadi, sayang kalau kita tak tahu maknanya,'' tegas mantan menteri pembangunan daerah tertinggal tersebut.

Komentar senada disampaikan Arif Afandi. Mantan pemimpin redaksi Jawa Pos itu merasa senang atas terbitnya Alquran Bayan tersebut. ''Ini sangat memudahkan orang mendalami kandungan ayat-ayat Alquran,'' ungkapnya. (rio/tom)

Baca Lanjutannya..

JAKARTA - Literatur Islam mengalami perkembangan. Menurut Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, perkembangan ini tak hanya ditandai dengan makin banyaknya buku Islam kontemporer, tapi juga penerbitan Alquran, termasuk Alquran Bayan. Ia juga menegaskan perlunya pemahaman Alquran.Alquran ini dilengkapi di antaranya dengan penjelasan sebab-sebab turunnya ayat, mutiara ayat, ha-dis-hadis yang berkaitan dengan ayat tertentu, doa-doa, dan tajwid. "Ini mempermudah pemahaman atas kedalaman Alquran juga Islam," katanya di Jakarta, Selasa (19/1.

Suryadharma yang berbicara dalam peluncuran Alquran Bayan itu mengatakan, keberadaan Alquran ini bisa membantu memberikan pencerahan pemahaman keagamaan masyarakat di Indonesia. Diharapkan pula, hal ini akan meningkatkan minat baca umat Islam tak hanya di Indonesia.Tapi juga, kata Suryadharma, umat Islam di negara-negara ASEAN bahkan internasional, seiring rencana penerjemahan Alquran Bayan ke dalam bahasa Inggris. Ia menambahkan, melalui upaya pemahaman Alquran, umat Islam dipandu untuk memilih kehidupan lebih bijak.

Menurut Suryadharma, sesekali umat Islam harus keluar dari aktivitas keseharian dan melakukan refleksi diri dengan membaca Alquran yang merupakan petunjuk hidup. "Mestinya, umat Islam mencontoh para sahabat Nabi Muhammad yang mengajarkan Alquran kepada anak-anaknya," katanya.Mereka, jelas Suryadharma, mengajarkan Alquran sebagai petunjuk hidup di dunia dan akhirat. Ia juga menambahkan bahwa Alquran akan terus tetap terjaga. Sebab, Allah SWT telah menyatakan bahwa Dia yang telah menurunkan Alquran dan Dia jugalah yang menjaganya.

Rektor Institut Ilmu Alquran, Ahsin Sakho Muhammad, mengatakan, Alquran merupakan kitab yang penuh berkah. Sebab, Alquran mengandung kebaikan baik untuk individu, masyarakat, rohani, jasmani, dunia, dan akhirat.Orang-orang yang bergaul dengan Alquran, jelas Ahsin. akan mendapatkan kebaikan. Alquran juga tak pernah mengecewakan pembacanya. "Membaca Alquran, meski tak mengerti artinya kita akan tetap mendapatkan pahala," katanya.Apalagi, kata Ahsin, kalau yang membaca Alquran itu mengerti artinya dan mengamalkan ayat-ayat yang dibacanya itu. Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Quran Depok, Muslih Abdul Karim, merasa prihatin dengan masih rendahnya masyarakat yang melek Alquran.

Muslih mengungkapkan, dirinya melihat masih banyak orang yang belum bisa membaca Alquran. "Ini merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan bersama pula. Masyarakat dan pemerintah perlu melangkah bersama menyelesaikan masalah ini," katanya.Seharusnya, ujar Muslih. pemerintah memperbanyak Taman Pendidikan Alquran (TPA). Selain itu, melalui sekolah ataupun madrasah, pemerintah mendorong masyarakat untuk belajar Alquran. "Jadi, kelak orang yang melek Alquran akan semakin banyak," katanya.Setelah masyarakat banyak yang melek Alquran, tahap selanjutnya adalah memperbaiki bacaan, tafsir, menerjemahkan, memahami surat pendek, pengamalan Alquran, dan melakukan kegiatan dakwah.

Baca Lanjutannya..


Harga Eceran : Rp. 300.000
Harga Grosir : Rp. 225.000 (minimal 5 paket)

Hadir dalam bentuk VCD dan Buku sehingga memungkinkan Anda mempelajarinya secara mandiri. Isi paket terdiri dari:

  • 6 VCD high quality (4 VCD teori dan 2 VCD Praktek)
  • Buku Panduan Belajar dan Mengajar Metode Granada sistem 4 Langkah
  • Kamus Al-Qur’an untuk satu juz pertama
  • Lembar praktek
  • Penemu & Penyusun: Solihin Bunyamin Ahmad, Lc
Penemuan baru! Metode Granada berisi panduan 4 langkah mudah menerjemah al Quran dengan cara menghitung huruf. Membantu Anda untuk bisa memahami bahasa al Quran dalam waktu 8 jam.

Keistimewaan Metode Granada:
  • Telah diajarkan ke ribuan orang di Indonesia
  • Merangkum nahwu dan sharaf dalam satu halaman
  • Mudah dipelajari dan diajarkan kembali
  • Praktis, menghemat banyak waktu, tenaga, dan biaya
  • Bisa diajarkan ke semua lapisan masyarakat
  • Dilengkapi dengan kamus dan VCD
  • Sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris
Diantara materi yang akan anda pelajari:

1. Mengetahui perbedaan huruf hijaiyyah dan abjadiyyah
2. Mengungkap makna di balik huruf hijaiyyah
3. Mengetahui komponen kalimat dalam bahasa Arab
4. Identifikasi kata benda melalui ciri-cirinya
5. Mengetahui 3 jenis kata kerja
6. Identifikasi ketiga kata kerja
7. Menerjemahkan ayat-ayat yang mengandung kata kerja
8. Mengetahui arti kata ganti dan macam-macamnya
9. Mengetahui perbedaan makna kata tunjuk
10. Mengetahui makna kata sambung
11. Mencari akar kata dengan menghitung huruf
12. Panduan mencari arti kata dalam kamus Arab-Indonesia
13. Memahami pola kata kerja bentuk lampau pasif
14. Memahami pola kata kerja bentuk sedang, akan, dan kebiasaan pasif
15. Memahami pola kata benda pelaku aktif
16. Memahami pola kata benda pelaku pasif
17. Mengetahui berbagai kaidah berkenaan dengan huruf penyakit
18. Mencari akar dari kata yang hanya dua huruf
19. Mencari akar dari kata yang hanya satu huruf

Baca Lanjutannya..

Bagaimanakah Cara yang efektif agar hati kita hadir dan khusyuk ketika membaca atau tilawah Al Quran? Karena meskipun kita sudah berusaha untuk khusyuk, kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan.

Cinta kepada Al-Quran adalah kunci utama untuk dapat mentadaburi Al-Quran, karena cinta itu tidak akan lepas dengan masalah hati. Dan hati itu adalah satu 'perangkat' yang memiliki hubungan yang erat untuk bisa memahami Al-Quran. Hati kita ada di dalam genggaman Allah SWT, hanya Dia yang Maha mampu membolak-balikan hati kita. Karena kita sebagai hamba-Nya sangat membutuhkan hidayah dan bimbingan-Nya agar Dia membukakan hati kita ini untuk bisa 'menyantap' nikmatnya hidangan Al-Quran ini.

Kemudian kita juga harus menyadari, untuk apa kita membaca Al-Quran? Oleh karenanya saat membaca Al-Quran, usahakan hati kita ini hadir saat membacanya. Namun bagaimana kita dapat khusyu’ dan dapat mentadaburi Kalamullah ini?
Mari sama-sama kita meperhatikan kalimat berikut :

“Bacalah Al-Quran, seakan-akan dia diturunkan kepadamu”.

Ungkapan ini bukan hadits Rasulullah SAW apalagi Firman Allah SWT, ini hanyalah sebuah ungkapan manusia biasa seperti kita juga. Satu ungkapan yang keluar dari mulut seorang ayah kepada anaknya. Ungkapan yang mampu memberikan kesan mendalam di hati sang anak tercinta.

Saat tilawah atau membaca Al-Quran, kita harus berusaha merasakan bahwa diri kita sedang diajak berbicara oleh Allah SWT melalui ayat-ayat-Nya yang tertulis di dalam mushaf. Usahakan saat kita membaca ayat-ayat Al-Quran bahwa hanya untuk kitalah ayat-ayat itu di tujukan sehingga ketika kita melalui ayat-ayat rahmat dan kenikmatan kita berdoa kepada Allah agar mendapatkannya. Dan apabila kita membaca aya-ayat azab dan keburukan kita berdoa kepada Allah SWT agar kita dihindarkan darinya.

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT, membaca Al-Quran dengan penuh khusyu’ dan tadabbur sangat dianjurkan sekali oleh Allah SWT, bahkan bagi orang yang tidak mentadaburi Al-Quran disebut sebagai orang yang tertutup (terkunci) hatinya.
Perhatikan firman Allah SWT berikut :

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوْبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quraan ataukah hati mereka terkunci?”. (Q.S. Muhammad/48 : 24)

Bagaimana memahami makna tadabbur yang benar? Tadabbur adalah memikirkan dan memperhatikan ayat-ayat Al-Quran dengan tujuan agar kita dapat memahami maknanya, hikmah-hikmahnya dan maksud yang terkandung di dalamnya. Menurut salah seorang ulama, tadabbur juga memiliki arti mengamalkan, karena amal adalah buah dari tadabbur itu sendiri.

Ali bin Abu Thalib RA berkata : “Wahai pembawa risalah Al-Quran, wahai pembawa ilmu..beramal lah kalian; karena yang disebut orang berilmu adalah orang yang mengamalkan ilmunya”

Al-hasan Al-Bashri berkaya : “Tidak dikatakan mentadabburi ayat-ayat-Nya kecuali dengan mengikutinya (untuk diamalkan)”.

Selain meperhatikan adab-adab dalam membaca Al-Quran dan penjelasan di atas, juga ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar hati kita hadir saat membaca Al-Quran, agar kita khusyu’ saat 'menyantap' ni’matnya hidangan Al-Quran :

Pertama : Bacaan yang baik dan benar, apa bila kita mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar, maka beruntunglah kita; karena yang demikian itu akan dapat membantu kita khusu’ saat tilawah.

Kedua : Memahami ayat yang kita baca. Diantara yang dapat membantu untuk bisa khusyu’ adalah memahami ayat yang kita baca. Untuk bisa faham ayat yang kita baca, bagi kita yang memiliki kemampuan Bahasa Arab dengan baik, maka kita bisa merujuk kepada kitab-kitab tafsir, terutama yang disusun secara ringkas, agar kita dapat faham walaupun hanya secara global saja. lalu, bagaimana bagi kita yang belum menguasai Bahasa Arab?, ada banyak cara untuk bisa faham isi atau kandunga ayat-ayat yang kita baca. Diantaranya dengan menggunakan Mushaf terjemahan.

Ketiga : Mengulang-ulang ayat yang sedang dibaca, baik itu ayat-ayat azab atau ayat ni’mat. Usahakan memahami makna ayat yang dibaca, kalau belum mamahami Bahasa Arab dengan baik, bisa dengan melihat terjemahan Al-Quran. Sehingga setiap kali kita membaca ayat Al-Quran kita bisa langsung dapat memahaminya. Ketika kita memahami ayat yang kita baca maka ini akan menambahkan kekhusyu'an kita.

Secara pribadi, saya tidak ingin menganjurkan Anda atau saya tidak pernah menganjurkan siapapun untuk belajar belajar menerjemahkan Al-Quran. Justeru saya menganjurkan murid dan teman-teman saya agar serius dan bersungguh-sungguh untuk belajar Bahasa Arab, baik secara intensif atau pun non intensif. Yang penting belajarnya berjalan secara rutin terus menerus. karena ketika kita sudah mampu berbahasa Arab dengan baik, selain bisa memahami Al-Quran, Anda juga bisa membaca kitab-kitab hadits dan literaratur Islam lainnya yang berbahasa Arab yang sampai saat ini menjadi rujukan para ulama di seluruh dunia. Namun kalau anda belajar menterjemahkan Al-Quran dengan tidak memiliki bekal bahasa arab yang cukup, maka saya khawatir akan banyak jatuh dalam kesalahan saat memahami isi Al-Quran.

Keempat : Membaca Al-Quran dengan tartil, yaitu membacanya tidak terburu-buru, karena yang dituntut dalam membaca Al-Quran bukan saja banyaknya ayat yang kita baca, akan tatapi juga kualitas pemahaman terhadap Al-Quran. Dengan membaca Al-Quran secara tartil, maka kita akan mempu membacanya dengan khusyu’ dan akan dapat membantu kita dalam memahami ayat yang kita baca.

Kelima : Usahakan membacanya dengan suara yang jahar, keras, tapi tidak membuat orang disekeliling kita terganggu. Karena selain menambah kekhusyu’an saat menjaharkan tilawah Al-Quran, orang yang mendengarkan juga akan ikut mendapatkan pahala mendengar bacaan Al-Quran. Tentunya kita harus melepaskan diri kita dari sifat riya dan sum’ah saat membaca Al-Quran.

Dengan demikian, kalau kita dapat melaksanakan semua yang telah kita sebutkan di atas, insya Allah kita akan dapat membaca Al-Quran dengan penuh khusyu’ dan tadabbur. Mampu menyentuh dan menggetarkan hati kita yang membacanya dan hati orang yang mendengarnya.

Dengan khusyu’ inilah yang diinginkan dari kita saat membaca Al-Quran. Namun seseorang akan dapat khusyu' bila mana dia dapat memahami ayat yang sedang dibacanya. Karena, sebenarnya inti dari tujuan membaca Al-Quran adalah bagaimana kita dapat membacanya dengan baik, memahami ayat yang kita baca, mantadaburinya dan khusyu’ saat membacanya. Kemudian kita mohon kepada Allah SWT agar diberikan kemampuan untuk dapat melaksanakan isi dan kandungan Al-Quran dalam kehidupam sehari-hari secara optimal.

Semoga uraian ini dapat membuat kaum Muslimin pada umumnya semakin bertambah cinta kepada Al-Quran dan dapat membuat kita bertambah khusyu’ saat membacanya. Dan juga dapat memberikan atsar (pengaruh) yang positif dalam diri kita, berupa perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia sehingga kita memperoleh dua kebaikan sekaligus, kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Wallahu a’lam bishshawab

Taufik Hamim Effendi Lc., MA

Baca Lanjutannya..

Bagaimana hukumnya tentang wanita yang tilawah (membaca) Al Quran disaat sedang haid atau nifas? Lalu bagaimana caranya wanita memaksimalkan ibadah disaat haid dan nifas tersebut?

Membaca Al-Quran adalah ibadah yang amat mulai, kerena demikian Allah SWT dan Rasul-Nya memanjakan dan memuliakan para pembaca Al-Quran.

Rasulullah SAW bersabda :

“Sebaik-baik kalian adalah orang belajar Al-Quran dan mengajarkannya”.

Banyak ukuran orang baik dalam pandangan rasulullah SAW, diantaranya adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya. Bahkan dalam hadits lainnya beliau juga bersabda :

“Orang yang mahir membaca Al-Quran, maka dia akan ditempatkan bersama dengan hamba-hamba yang mulia, dan orang yang membaca Al-Quran secara terbata-bata dan dia merasa kesulitan; maka baginya dua pahala”.

Subhanallah, jadi orang yang membaca Al-Quran dan dia kesulitan dalam membacanya, masih tetap mendapatkan dua pahala, pahala membacanya dan pahala karena kesulitannya. Kemuliaan ini tidak terdapat dalam bagi orang yang membaca Al-Quran. Namun dia juga harus tetap belajar dan belajar, sehingga ke depan dia akan termasuk dalam golongan orang yang mahir membaca Al-Quran.

Oleh karenanya para shahabat RA terdahalu memberikan porsi dan perhatian yang begitu besar untuk belajar Al-Quran dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
Darah haidh/nifas

Darah haidh adalah darah yang menjadi ‘tamu’ bulanan secara alami bagi semua wanita yang sudah baligh. Jadi bagi kaum Hawa ini tidak perlu resah dan sedih karena tidak bisa menjalankan beberapa ibadah seperti halnya kaum pria; karena ini adalah merupakan takdir Allah SWT, walaupun sebenarnya ada banyak hikmah di balik kedatangan ‘tamu’ tersebut.

Namun demikian, sebagai seorang muslimah, dia harus mengetahui hukum-hukum syar’i yang berkaitan dengan haidh tersebut dan tentunya juga nifas termasuk dalam pembahasan ini, sehingga dia dapat melakukan berbagai ibadah sesuain dengan tuntunan yang benar.

Suatu hari Rasulullah SAW mendapati Aisyah RA sedang menangis- peristiwa ini saat perjalan keduanya dalam haji wada’ – Rasulullah SAW pun bertanya kepadanya : “Apa yang membuatmu menangis?, apakah kamu kedatangan haidh?”. Dia menjawab: “ya”. Rasulullah bersabda : “Ini adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan atas anak-anak cucu perempuan Adam, kerjakanlah segala yang biasa dilakukan oleh orang yang sedang haji selain thawaf mengelilingi ka’bah”. (H.R. Muslim)

Demikian hadits di atas menerangkan bahwa bagi wanita yang sedang haidh memiliki hukum khusus dalam beribadah dan jangan sampai dia bersedih karena tiap bulan pasti kedatangan ‘tamu’ secara rutin.

Membaca Al-Quran saat haidh/nifas

Sebenarnya masalah membaca Al-Quran bagi wanita yang sedang haidh atau nifas ada dua pandangan dari ulama kita sejak dahulu :

Pertama : Membacanya hanya dalam hati dan tanpa memegang mushaf

Pendapat pertama ini didukung oleh Jumhur (Mayoritas) ulama, mereka berpendapat tidak mengapa bagi seorang wanita yang sedang haidh atau nifas untuk membaca Al-Quran, namun hanya dengan melihat mushaf tanpa memegangnya Al-Quran dan membacanya pun dalam hati, bila sampai diucapkan maka tidak boleh. Mereka beragumentasi dengan hadits-hadits yang memiliki derajat lemah.

Kedua : Yang membolehkan

Pendapat yang membolehkan, yaitu sebagian ulama, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Diantaranya Imam Bukhari dan Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah berkata : “tidak ada satu hadits pun yang melarang wanita untuk membaca Al-Quran”. Karena hadits :

“Wanita haidh dan junub tidak boleh membaca Al-Quran sedikit pun”, adalah hadits dhaif.

Dahulu para wanita di zaman Nabi SAW telah mengalami haidh, seandainya membaca Al-Quran haram bagi mereka seperti halnya shalat, maka pasti Rasulullah SAW akan menjelaskannya kepada umatnya dan Umahatul Mukminin pun akan mempelajarinya, demikian yang disampaikan para ulama kepada umat ini. Nah ketika tidak ada dalil dari Rasulullah SAW yang mengharamkan dengan banyaknya wanita yang haidh pada zaman beliau maka tidak haram bagi mereka.

Namun yang perlu diperhatikan adalah tidak mengapa membaca Al-Quran bagi wanita yang sedang haid atau dalam keadaan nifas membaca Al-Quran. Namun yang ditekankan di sini adalah apa bila itu dilakukan dalam keadaan mendesak (darurat) seperti seorang guru yang sedang mengajarkan murid-muridnya, seorang murid yang mambaca wirid menjaga hafalan Al-Quran siang ataupun malam hari, namun apa bila membacanya dalam rangka untuk mengapai pahala semata dan untuk bertaqarrub secara khusus kepada Allah maka yang lebih utama adalah tidak melakukannya, karena jumhur (mayoritas) ulama memandang bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh membaca Al-Quran.

Wallahu a’lam bishshawab
H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Baca Lanjutannya..

Untuk pembelian produk Al Quran secara grosir (dalam jumlah banyak), berikut adalah ketentuan harga grosir produk al quran yang kami jual:

Harga Grosir Maghfirah Tafsir Quran Per Kata:

  • Eceran/satuan Rp. 160.000,- [diskon: klik disini]
  • Pembelian 5 s.d 9 buku diskon 20%
  • Pembelian 10 s.d 100 buku dikon 25%
  • Pembelian diatas 100 buku diskon 30%
  • Harga belum termasuk ongkos kirim*
Harga Grosir Syaamil Quran Terjemah Per Kata:
  • Eceran/satuan Rp. 150.000,- [diskon: klik disini]
  • Pembelian 5 s.d 50 buku diskon 20%
  • Pembelian 51 s.d 100 buku dikon 25%
  • Pembelian diatas 100 buku diskon khusus.
  • Harga belum termasuk ongkos kirim*
Harga Grosir Syaamil Quran The Miracle:
  • Eceran/satuan Rp. 300.000,- [diskon: klik disini]
  • Pembelian 5 s.d 20 buku diskon 20%
  • Pembelian 21 s.d 100 buku dikon 25%
  • Pembelian diatas 100 buku diskon khusus
  • Harga belum termasuk ongkos kirim*

Baca Lanjutannya..